Rabu, 13 Desember 2017 04:19:00

    Ini yang Perlu Diketahui tentang Gejala Penyakit Difteri

    BAGIKAN:
    Ilustrasi
    Penyakit Difteri pada anak

    JAKARTA, PESISIRONE.com - Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini?

    Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, penyakit muncul karena adanya bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan.

    Seperti virus flu, bakteri ini masuk ke tubuh lewat percikan udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

    Selain itu, bakteri juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernapasan dan pengelupasan luka kulit. Benda-benda yang terkontaminasi bakteri juga bisa menyebabkan penularan penyakit.

    Saat bakteri ini masuk ke tubuh lain yang kondisinya sedang lemah dan tidak diimunisasi lengkap, bakteri bisa dengan mudah berkembang dan hidup.

    Gejalanya berupa sakit tenggorokan, sulit menelan, demam dengan suhu rendah sekitar 38 derajat celcius, kurang nafsu makan, sesak napas disertai bunyi, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck) akibat dari pembengkakakan kelenjar leher, dan munculnya pseudomembran atau selaput putih keabu-abuan yang tidak mudah lepas.

    "Masa inkubasi mulai dari masuknya kuman sampai masuk gejala awal seperti susah menelan (dan) demam yang enggak terlalu tinggi itu 48 jam. Setelah itu timbul selaput. Lama-lama (selaput) muncul sedikit, lama-lama menyebar," ujar Djatnika Setiabudi, Kepala Divisi Infeksi Tropis Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

    "Jika sudah menyebar dan tidak langsung diobati, bisa turun ke laring atau paru-paru. Kalau sudah seperti ini, leher harus dilubangi agar udara bisa keluar masuk. Ini merupakan racun, bahayanya kalau sudah menyebar ke jantung bisa menyebabkan kematian," sambungnya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

    Mungkin gejala awal dari difteri dapat disangka sebagai penyakit saluran pernapasan pada umumnya.

    "Klinisnya sama dengan sakit saluran napas yang lain, yang membedakan sangat khas adalah adanya selaput pseudomembran berwarna putih keabuan yang sangat merekat erat dengan pangkal tenggorokan," kata Djatnika saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

    Dia melanjutkan, kalau selaput ini diangkat bisa berdarah karena dia merekat erat. Kemudian gejala khas yang lain adalah leher bengkak.

    Djatnika menambahkan, karena penyakit ini muncul akibat bakteri, maka demam yang akan muncul tidak terlalu tinggi. Akan tetapi, wajah pengidap tampak lemas.

    Meski demikian, tidak semua orang yang terkontaminasi bakteri bisa langsung mengalami gejala-gejala penyakit di atas. Asal seseorang sedang dalam kondisi yang bugar dan imunisasi DPT-nya lengkap, maka kecil kemungkinannya untuk tertular.


     

    Sumber: Kompas

      berita Terkait
  • Relawan Puak Melayu Desak LAMR Beri Gelar Kehormatan kepada Presiden Jokowi

    2 bulan lalu

    JAKARTA, PESISIRONE.com - Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini?<

  • Kade: Perekonomian Masyarakat Mandau Akan Meningkat Kembali Dengan Kembali Blok Rokan Ke Ibu Pertiwi

    4 bulan lalu

    JAKARTA, PESISIRONE.com - Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini?<

  • KPU Bengkalis Tolak Berkas Bacaleg Partai Berkarya

    5 bulan lalu

    JAKARTA, PESISIRONE.com - Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini?<

  • Ustadz Abdul Somad Tiba di Bengkalis

    5 bulan lalu

    JAKARTA, PESISIRONE.com - Ditetapkannya penyakit difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) 2017 ini membuat semua orang mawas. Namun, sudahkah kita benar-benar mengenali penyakit mematikan ini?<

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2012 - 2018 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.