Rabu, 27 Desember 2017 14:20:00

Sekda Prov Ultimatum Diskominfotik Riau

BAGIKAN:

PEKANBARU, PESISIRONE.com - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, mengingatkan kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Riau untuk segera mensinkronisasikan data statistik dengan pihak terkait.

"Kalau tahun kedua tidak berjalan, maka tentu saja kita akan melakukan evaluasi," ujar Ahmad Hijazi usai membuka rapat koordinasi statistik sektoral di kantor Gubernur Riau pada Rabu (27/12/2017) pagi.

Pada tahun sebelumnya data statistik tersebut dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kini dengan adanya Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tersebut maka data statistik harus dikelola oleh Diskominfotik.

Ahmad mengatakan, dengan diadakannya forum rapat bersama dengan Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia, maka data statistik yang diperoleh nantinya bisa lebih sinkron.

"Justru ada forum hari ini untuk sinkronisasi itu. Kadang-kasang di data ini kan ada yang berbeda," ujarnya.

Ia mencontohkan seperti pengambilan data kependudukan."Misalnya, antara BPS survei perhitungan tapi di dinas kependudukan berdasarkan data KTP elektronik. Itu yang harus disinkronisasikan," tuturnya.

Selain itu juga data sektoral lainnya seperti di sektor pertanian, sektor perkebunan dan sektor usaha.

"Sehingga kesimpulan forum data itu mengharuskan kita untuk mempublish data itu sesuai ketentuan. Ini yang harus dilakukan, ini proses. Kita tidak bisa mencocokkan sesuatu tanpa proses. Jadi kesadaran semua pihak untuk sama-sama menyempurnakan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik Yogi Getri menuturkan, dengan adanya peringatan dari Sekda tersebut maka itu akan menjadi cambuk baginya untuk lebih baik lagi kedepan.

"Kami tercambuk dan harus mengevaluasi dan bagaimana caranya bergerak cepat," tuturnya.

Yogi mengungkapkan bahwa Diskominfotik dalam pengolahan data merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.

"Kami termasuk OPD baru makanya kami buat perkumpulan ini. Dengan adanya forum ini kita mendapatkan data yang lebih akurat dan data yang menjadi tolak ukur misalnya masalah kemiskinan, kesehatan dan pendidikan yang betul-betul data itu bergerak cepat. Kalau misalnya data statis kan susah menilainya," ungkapnya.

Selain OPD yang masih baru, kekurangan tenaga kerja juga menjadi alasan mengapa kurang maksimalnya Diskominfotik mengolah data tahun lalu.

"Dan juga tenaga belum banyak tenaga statistik. Kami sudah minta usul tenaga-tenaga yang harus menunjang statistik tersebut," tukasnya.[jmn]

 

  berita Terkait
  • Rapat Lintas Komisi DPRD Bersama Pemkab Bengkalis Bahas Siaga Bencana Covid 19

    2 bulan lalu

    PEKANBARU, PESISIRONE.com - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, mengingatkan kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Riau untuk segera mensinkronisasikan da

  • Ketua DPRD Bengkalis Memimpin Langsung Rapat Paripurna Istimewa HUT Bengkalis Ke 507 Tahun 2019

    10 bulan lalu

    PEKANBARU, PESISIRONE.com - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, mengingatkan kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Riau untuk segera mensinkronisasikan da

  • TNI Buka Penerimaan Calon Tamtama Gelombang II Tahun 2019, Buruan Daftar!..

    8 bulan lalu

    PEKANBARU, PESISIRONE.com - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, mengingatkan kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Riau untuk segera mensinkronisasikan da

  • Ketua DPRD Bengkalis Memimpin Langsung Rapat Paripurna Istimewa HUT Bengkalis Ke 507 Tahun 2019

    10 bulan lalu

    PEKANBARU, PESISIRONE.com - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, mengingatkan kepada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Riau untuk segera mensinkronisasikan da

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.