• Home
  • Pendidikan
  • Hadirkan Tiga Pakar Hukum, Prodi Hukum Tatanegara STAIN Bengkalis Gelar Simposium Hukum
Selasa, 03 Desember 2019 09:12:00

Hadirkan Tiga Pakar Hukum, Prodi Hukum Tatanegara STAIN Bengkalis Gelar Simposium Hukum

BAGIKAN:
Syahrizal
Ketua STAIN Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bengkalis,dan Tiga Narasumber

PESISIRONE.COM, BENGKALIS – Guna mempersiapkan mahasiswa yang paham akan ranah hukum, Program Studi Hukum Tatanegara (Siyasah Syariyyah) laksanakan Simposium dengan tema "Penegakan Hukum di Indonesia", Selasa (03/12/2019).

Dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis, Kegiatan ini diisi oleh Dr. Erdianto Effendi, SH, M. Hum (Pakar Hukum Pidana UNRI), Agung Irawan, SH,MH (Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bengkalis), dan Aprinaldi, SH, MH  (Kepala Unit Tindak Pidana Umum Polres Bengkalis).

Berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung SBSN STAIN Bengkalis, kegiatan ini dihadiri oleh kepala Imigrasi Bengkalis, Kepala Lapas kelas II Bengkalis, Kepala Kantor Kemenag Bengkalis, Camat Bengkalis, Ketua Jurusan, Ketua Prodi, Para Dosen dan ratusan Mahasiswa Hukum Tatanegara (Siyasah Syariyyah) STAIN Bengkalis.

Dalam sambutanya, Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Prodi Hukum Tata Negara STAIN Bengkalis Khairil Anwar, M. IRKH mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini.

"Hal ini tentunya akan membantu mahasiswa menjelaskan kepada masyarakat sekaligus membantah pernyataan yang mengatakan bahwa hukum itu tajam kebawah tumpul keatas,” Ungkapnya.

Selaras dengan itu, ketua STAIN Bengkalis Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M. Ag mengatakan bahwa dalam menilai pelanggaran hukum, secara akademik kita harus memilah antara kelembagaan dan personal, sehingga kita tidak menyalahkan lembaga penegak hukum. Sebab, adakalanya kesalahan - kesalahan tersebut datangnya dari personal. Kita juga harus berupaya membantu aparat penegak hukum dalam ranah – ranah tertentu agar terciptanya keamanan di Indonesia ini. Saya yakin jika kita selaku masyarakat bisa bersinergi sudah pasti negara kita ini aman.

Samsul Nizar juga mengatakan bahwa negara ini akan sejahtera apabila dipimpin oleh pemimpin yang beriman, karena orang yang beriman sudah tentu amanah dan yang amanah sudah tentu apapun yang dititipkan kepadanya akan aman. Ketua STAIN Bengkalis mengingatkan agar seluruh civitas akademika STAIN Bengkalis jangan mudah menerima ideologi luar yang berusaha merusak ideologi bangsa Indonesia. Sebab, ideologi luar yang datang sesungguhnya telah gagal di negara asalnya. Kenapa mau menggunakan ideologi yang gagal, padahal kita telah memiliki ideologi yang telah teruji mampu menyatukan bangsa", demikian tuturnya.

Sedangkan Bupati Bengkalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Haholongan, dalam pidatonya mengatakan bahwa kondisi hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. Kritik begitu sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia.

Beliau juga menjelaskan bahwa peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi sangatlah penting untuk mewujudkan penegakkan hukum di Indonesia. Diharapkan dengan adanya tridharma perguruan tinggi para generasi penerus bangsa mampu memperbaiki pelaksanaan hukum di Indonesiaserta memiliki pemikiran untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Indonesia, baik dibidang pendidikan, penelitian maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pelaksanaan hukum di Indonesia yang dibutuhkan adalah rasa kejujuran dan ketidakberpihakan. Yang dimaksudkan ketidakberpihakan disini dapat dikatakan korupsi kolusi dan nepotisme dalam penegakkan pelaksanaan hukum.

Pendidikan sangatlah penting untuk mengubah pola pikir manusia untuk menjadi manusia yang baik. Yaitu manusia yang mengutamakan rasa keadilan dan tidak keberpihakan. Serta memiliki pemikiran untuk mencerdaskan anak-anak bangsa untuk membuat negara Indonesia menjadi negara yang adil dan maju.(Sy)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2019 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.