Minggu, 10 Mei 2020 16:38:00

Sentra IKM Sagu Sungaitohor Harus Segera Difungsikan

BAGIKAN:
Foto : Istimewa
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi didampingi Kepala Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepulauan Meranti, AZZA Fahroni saat meninjau Sentra IKM Sagu di Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

MERANTI, PESISIRONE.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi menilai Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti harus dioperasikan. Sebab proyek yang rampung pada tahun 2019 lalu itu sudah memiliki peralatan penunjang untuk memproduksi sagu.

"Sangat disayangkan bila kita tidak memanfaatkan bangunan sebagus ini (Sentra IKM Sagu) dengan peralatan yang cukup lengkap. Seharusnya segera difungsikan," ujar Bupati Irwan saat turun meninjau Sentra IKM Sagu di Desa Sungai Tohor, Minggu (10/5/2020).

Alasan belum dioperasikan Sentra IKM Sagu sontak menjadi pertanyaan Bupati Irwan. Bagaimana tidak, proyek yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepulauan Meranti itu sebelumnya sudah direncanakan akan beroperasi ditahun 2020.

"Tentu ada permasalahan atau kendala yang relatif sehingga proyek ini belum bisa difungsikan. Saya minta dinas terkait bisa menyelesaikan masalah ini," ujar orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepulauan Meranti, AZZA Fahroni menjelaskan terkait kendala Sentra IKM Sagu yang saat ini belum dioperasikan. Salah satu kendalanya adalah minimnya anggaran untuk mendukung produksi sagu dan lembaga pengelola yang belum siap.

"Operasional Sentra IKM Sagu ini butuh anggaran yang cukup. Karena kita harus melengkapi sarana sebagai modal untuk membeli bahan baku sagu basah dari kilang sagu setempat," ungkap AZZA Fahroni.

"Selain itu, persoalan kelembagaan untuk mengelola sentra ini perlu dikaji lebih jauh lagi, agar nantinya dalam pengelolaan tidak mengalami kendala lagi," tambahnya.

Kendala yang dibeberkan Azza Fahroni, menurut Bupati butuh perencanaan yang lebih matang lagi. Apalagi berbicara soal anggaran, sebab katanya kinerja dinas terkait harus lebih cekat lagi untuk menyelesaikan persoalan tertundanya operasional sentra tersebut.

"Diperkirakan butuh sebanyak Rp2 miliar lagi untuk memulai operasional sentra tersebut. Ini yang menjadi tantangan kita. Kalau soal kelembagaan pengelolaan, saya minta dinas terkait untuk mengajukan usulan kajiannya," kata Bupati Kepulauan Meranti.(adv)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.