Senin, 20 Januari 2020 19:48:00

Riau Defisit Beras, Stok di Meranti Masih Aman

BAGIKAN:
Foto : Rahmad Santoso
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kepulauan Meranti, Ade Suhartian.

MERANTI, PESISIRONE.COM - Ketersediaan stok bahan pokok (bapok) beras di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau masih diperingkat aman. Walaupun saat ini, isu Provinsi Riau sedang mengalami defisit ketersediaan beras sejak beberapa tahun terakhir akibat dari beberapa faktor dan kendala.

Kepulauan Meranti merupakan salah satu kabupaten yang termasuk daerah rawan pangan. Sebab tingkat konsumsi beras dibeberapa wilayah Riau ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Meski Riau dilanda persoalan defisit beras, namun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tetap berupaya menjaga ketersediaan stok. Dari data yang dihimpun dari Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, stok beras di Meranti masih mencapai 159 ton.

"Stok kita masih ada sekitar 159 ton. Itu data terakhir yang kita hitung sejak perayaan hari raya natal di bulan Desember sampai memasuki awal tahun baru 2020," ungkap Kabid Perdagangan, Ade Suhartian saat ditemui diruang kerjanya, Senin (20/1/2020).

Menurut Ade, ketersediaan tersebut dihitung dari beberapa agen atau distributor yang ada di Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Ada sebanyak enam agen besar sebagai penyuplai bahan pokok beras.

Agen akan menyalurkan beras menggunakan sistem continue. Artinya beras yang sudah didistibusi oleh agen ke pembeli, nantinya akan datang stok baru lagi secara terus menerus.

"Walaupun stok masih ada, mereka akan memesan lagi ke distributor besarnya di Jakarta. Jadi Insya Allah kita sampai saat ini tidak pernah ada kendala soal kurangnya ketersediaan bahan pokok beras," ujar Ade.

Lain halnya beras lokal yang dihasilkan petani. Beras tersebut diecerkan langsung ke pembeli atau beberapa agen dalam jumlah yang terbatas.

"Beras lokal yang dihasilkan oleh petani kita tidak masuk dalam stok pendataan secara umum yang menjadi ketersediaan. Kita hanya menghitung stok di gudang agen yang dalam jumlah besar. Karena beras lokal diecerkan atau dijual langsung ke pembeli. Sementara pedagang yang mendistribusikan beras dalam jumlah kecil tidak terpantau oleh kita," tambah Ade lagi.(***)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.