Jumat, 17 Juli 2020 16:14:00

Pemkab Meranti Teken MoU Percepat Akselerasi Pembangunan Bersama UIR

BAGIKAN:
foto : Istimewa
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi meneken kerjasama (MoU) bersama Universitas Islam Riau dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur dan optimalisasi pengelolaan potensi daerah.

PEKANBARU, PESISIRONE.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Universitas Islam Riau (UIR) melakukan kerjasama dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur dan optimalisasi pengelolaan potensi daerah.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Memorendum Of Understanding (MoU) oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi dan Pasca Universitas Riau diwakili oleh Wakil Rektor UIR Prof Dr Syafhendri. Penandatanganan juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Bambang Suprianto SE MM dan Direktur Pasca Sarjana UIR Prof Dr Yusri Munaf SH MH, bertempat di Gedung Pasca Sarjana UIR, Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jumat (17/7/2020).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bappeda Meranti Drs Azza Fahroni MSi, Kadis Perhubungan KepulauanMeranti Dr Aready, Kadis Pendidikan Kepulauan Meranti, Nuriman, Bagian Protokol dan Humas Meranti serta pejabat lainnya. Selain itu dari Universitas Islam Riau Dr Rauf, Dr Efendi Susilo, Dr Rizki Febrianto, Kabag Humas UIR, Dr Syafriadi SH MH dan lainnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Kesepakatan MoU antara Pasca Universitas Islam Riau, seperti dijelaskan Bupati Kepulauan Meranti adalah untuk pengembangan dan optimalisasi semua potensi yang dimiliki Meranti seperti perkebunan sagu dan perikanan yang didukung dengan pembangunan Infrastruktur agar lebih maksimal. Juga mampu memberikan manfaat yang besar khususnya terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan di era milenial saat ini.

"Kita berharap nantinya ilmu yang didapat dari UIR dapat diaktualisasikan, apalagi dalam hal pelayanan. Jika ASN sebagai pelayanan tidak diupdate tentu akan ketinggalan, kan tak lucu jika yang dilayani (masyarakat) lebih canggih dan pintar daripada yang melayani," kata Bupati.

Lebih jauh dijelaskan Bupati, kerjasama ini cukup strategis. Seperti yang diketahui Pemkab Meranti memiliki keterbatasan ASN, sementara tantangan yang dihadapi untuk membangun daerah cukup berat.

"Meranti secara geografis berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, serta Provinsi Kepulauan Riau. Jadi memang sangat dibutuhkan ASN yang tangguh dan memiliki kompetensi," jelas Irwan lagi.

Selain itu yang tak kalah penting untuk menjadi perhatian adalah kondisi geografis Meranti yang bergambut. Disatu sisi sangat baik untuk pengembangan potensi perkebunan sagu, namun disisi lain membuat pembangunan infrastruktur menjadi berat.

"Jadi jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas ASN dan rencana yang terprogram maka pembangunan Meranti akan cukup lama," ucap Bupati.

Untuk itu melalui kerjasama tersebut Bupati Irwan optimis UIR yang cukup berpengalaman dibidang akademisi dan penelitian akan dapat memberikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi Pemda dalam membangun Meranti.

"Kita melihat Kampus UIR sudah bertaraf Internasional 'Small Is Beautiful', dengan tata kelola yang sangat luar biasa tentunya apa yang diterapkan dikampus ini melalui kerjasama juga dapat diaplikasikan di Meranti," ujar Bupati.

Menyikapi kerjasama ini juga mendapat tanggapan dari Direktur Pasca Sarjana UIR, Prof Yusri Munaf. Dikatakannya melalui kerjasama ini nantinya UIR akan mencoba untuk mensinkronisasikan semua konsep teori yang ada dengan berbagai permasalahan yang menjadi urusan pemerintahan.

Sesuai dengan prinsip Catur Darma yang melekat pasa Perguruan Tinggi UIR yakni Pendidikan, Penelitian, Pengabdian dan Dakwah Islamiah yang menjadi identitas UIR.

Untuk mewujudkan itu, saat ini UIR memiliki 559 Dosen. Dimana 133 Dosen Tamatan S3 (Doktoral), 13 orang Guru Besar dan seluruh tenaga pengajar Pasca Sarjana merupakan lulusan S3.

"Ini sebagai motivasi bagi kami untuk meyakinkan Pemerintah Daerah kalau UIR bisa," ujar Prof Yusri.

Lebih jauh dijelaskannya, saat ini UIR memilki 7 Program Study (Prodi) yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Meranti seperti Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi, Agronomi, Bisnis, Teknik Sipil, serta program Doktoral Ilmu Hukum.

"Ini merupakan modal kami untuk merefleksikan tatanan kehidupan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah adalah salah satunya," papar Yusri Munaf.

Ditambahkan Wakil Rektor, Prof Syafhendri, setelah 28 tahun berdiri UIR telah memiliki beberapa beberapa prodi unggulan yakni Pertanian yang mengantongi Akreditasi A, Perikanan dan Perairan, Teknik Geologi serta Informasi Teknologi.

"lmu yang ada di prodi ini dapat dikembangkan untuk membangun daerah dan masyarakat Meranti," katanya.

Setelah mendengarkan semua penjelasan dari pihak UIR, Bupati Meranti kembali mengucapkan apresiasi kepada seluruh Civitas UIR yang telah berhasil menjadikan UIR sebagai salah satu Kampus terbaik di Riau.

Sejauh ini diakui Bupati, meski belum dilakukan kerjasama secara formal, namun Pemkab Meranti telah banyak memanfaatkan tenaga dosen di UIR untuk mengkaji berbagai persoalan daerah, salah satunya dalam merancang dan menyusun Peraturan Daerah. Begitu juga dengan Fakultas Teknik Desain khususnya dalam rencana pembangunan jembatan dan pelabuhan untuk mewujudkan program merangkai pulau menjadi satu kesatuan.

"Kehadiran UIR di Meranti memang sangat dibutuhkan semoga kedepan semakin banyak kontribusi yang dapat diberikan untuk menjawab semua tantangan dan tuntutan masyarakat," harap Irwan.

Hebatnya ternyata pamor UIR telah berhasil menarik perhatian dari ASN Meranti untuk menimba Ilmu di Kampus UIR. Setidaknya saat ini ada ratusan ASN Meranti yang tengah menyusun Tesis dan akan menyelesaikan pendidikan S2 di UIR.

"Secara faktual kerjasama sudah berjalan meski belum ada MoU, semoga dengan adanya MoU ini kerjasama akan semakin baik," ucap Bupati lagi.

Salah satu yang menjadi fokus Meranti untuk dikembangkan dijelaskan Irwan, adalah dalam hal Desertifikasi berbagai produk turunan sagu yang menjadi Ikon Meranti. Seperti sisa olahan sagu yang dapat dijadikan pakan ternak dan pupuk organik.

"Kita berharap limbah sagu dapat diolah dari limbah menjadi berkah. Jika ini dapat dikelola dengan baik tentunya akan dapat menggenjot ekonomi masyarakat," jelasnya Bupati.

Direktur Pasca Sarjana UIR, juga mengapresiasi perkembangan Meranti selama kepemimpinan Bupati Irwan Nasir yang dinilainya mampu membawa Meranti cukup maju signifikan.

"Ini salah satu bukti Pemerintah Meranti serius membangun daerah," pungkas Prof Yusri.(adv)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.