• Home
  • Pemerintah Daerah
  • Momen Hari Sumpah Pemuda 2018, Wabup Said Hasyim Ajak Masyarakat Tingkatkan Nasionalisme
Senin, 29 Oktober 2018 14:10:00

Momen Hari Sumpah Pemuda 2018, Wabup Said Hasyim Ajak Masyarakat Tingkatkan Nasionalisme

BAGIKAN:
Wabup Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim saat menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA).

SELATPANJANG, PESISIRONE.COM - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018. Upacara yang mengambil tema sentral "Bangun Pemuda Satukan Indonesia" itu, dipusatkan dihalaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (29/10/2018).

Turut hadir dalam upacara itu, Wakil Ketua DPRD Meranti Muzamil, Asisten I Setda Kepulauan Meranti Drs Jonizar, Asisten III Rosdaner SPd MSi, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Irmardison, Pabung Bengkalis 0303/WB Mayor P Girsan, Ketua MUI Meranti Ustadz Mustafa, sejumlah Pejabat Eselon II dan III, Para Veteran, Perwakilan Posal, Perwakilan OKP KNPI, Pemuda Pancasila, Mahasiswa dan sejumlah Pejabat lainnya.

Dalam pidato Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrowi, Wabup menjelaskan, tema sentral Peringatan Sumpah Pemuda kali ini adalah "Bangun Pemuda Satukan Indonesia". Tema besar ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang mampu berkiprah pada zamannya, merawat kebhinekaan, dan tetap teguh mempertahankan NKRI.

Menurutnya, semua masyarakat Indonesia berhutang budi kepada para tokoh pemuda 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Sehingga menjadi pelopor untuk terus membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus menegaskan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini.

Dan seiring akan digelarnya Pesta Demokrasi Indonesia tahun 2019 mendatang, untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu Pemilihan Presiden dan wakil Presiden, serta DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota.

Sangat diperlukan partisipasi aktif, peran penting dan tanggung jawab pemuda dalam mensukseskan mekanisme laju pemerintahan tersebut. Hindari gesekan-gesekan yang melemahkan persatuan, pemuda harus mampu keluar dari jebakan primordialisme, pemuda harus bangkit terus dengan hal-hal positif dan kreatif.

"Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, gagasan, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia. Ayo, bangun pemuda satukan Indonesia," kata Wabup.

Lebih jauh disampaikannya, pemuda sebagai harapan bangsa diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap moral dan kepribadian, terutama dalam menyikapi perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang mulai marak di Meranti. Ia berharap pemuda Meranti untuk menjauhi perilaku dan kelompok ini, karena bertentangan dengan ajaran agama dan adat budaya melayu yang kental dengan nuansa Islami.

"LGBT merupakan kelakuan yang tidak senonoh dan dilarang agama. Saya ingatkan kepada para pemuda dan orang tua untuk menjauhinya apalagi sampai menggabungkan diri dalam kelompok LGBT yang mulai marak di Meranti," ucap Wabup mengingatkan.

Wabup tak ingin negeri Meranti yang sudah baik saat ini dilaknat oleh Allah akibat perilaku LGBT yang semakin merebak. Dicontohkannya bencana gempa dan tsunami di Palu yang sangat mengerikan, dimana Allah menggulung satu negeri karena terlalu banyak melakukan perbuatan yang menyimpang dari perintahnya.

Untuk mengantisipasi merebaknya LGBT di Meranti, Wabup kembali menghimbau peran aktif orang tua, guru dan pribadi remaja sendiri untuk selalu menjaga prilaku. LGBT cukup berbahaya dan susah dideteksi merupakan penyakit yang berhubungan dengan prilaku manusia, jika penyakit cacar busa dilihat tapi kalau LGBT amat susah dideteksi.

Wabup juga meminta peran aktif sekolah melalui Guru dan Kepala Sekolah untuk mengawasi siswanya, salah satunya dengan melakukan razia hp siswa. Jika ditemukan hal yang menyimpang dapat segera dikomunikasikan dengan wali murid, sehingga siswa yang bersangkutan tidak terjerumus lebih jauh.

Kepada masyarakat Wabup menghimbau untuk saling menjaga diri dan lingkungan, dengan saling mengingatkan dan menyadarkan jika mendapati terjadinya aktifitas LGBT yang dilakukan teman, kerabat ataupun saudara sendiri.

""Jangan berikan tempat untuk LGBT, perilaku ini harus dihilangkan," pungkas Wabup.

Sekedar informasi, pada kesempatan peringatan Sumpah Pemuda ke-90 di Kepulauan Meranti, juga dilakukan penyerahan Kartu Indentitas Anak (KIA). Kartu ini diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak di Kepulauan Meranti khususnya.

Sesuai Permendagri Nomor 2 Tahun 2016. KIA diserahkan langsung oleh Wabup Said Hasyim kepada perwakilan Pelajar SD dan TK.
Sejauh ini dari keterangan Dinas Pendaftaran Penduduk Kepulauan Meranti, KIA tersebut telah dikeluarkan sebanyak 2010 lembar diseluruh Meranti.

Selain itu juga dilakukan penyerahan 27 sarana pendidikan bagi sekolah SD dan TK se-Kabupaten Meranti.(mad)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2018 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.