Selasa, 28 April 2020 16:03:00

Bupati Meranti Tidak Ingin Satupun Masyarakat Kurang Mampu Terabaikan oleh Bansos

BAGIKAN:
Foto : Istimewa
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi saat memberikan pemaparan dalam rapat terkait bansos.

MERANTI, PESISIRONE.COM - Sejak wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), berbagai bantuan digalakkan pemerintah pusat untuk mencegah terjadinya krisis ekonomi. Program jaring pengaman sosial akhirnya dibuat untuk memperbaiki lemahnya sendi ekonomi yang terdampak Covid-19, salah satunya masyarakat yang kurang mampu.

Seperti Kabupaten Kepulauan Meranti, daerah terbungsu di Provinsi Riau yang masih tinggi angka kemiskinannya. Hal ini pun membuat Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi merasa khawatir jika pandemi ini terus berlanjut, sebab otomatis ekonomi Meranti akan semakin terpuruk.

"Kita tidak tahu musibah (Covid-19) ini kapan berakhir. Namun yang membuat kita khawatir itu ekonomi Meranti akan semakin terpuruk, sehingga angka kemiskinan terus meningkat," ungkap Bupati Irwan, Selasa (28/4/2020).

Berbicara soal jaring pengaman sosial yang digencarkan oleh pemerintah pusat, menurut dia, upaya itu bisa membantu memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Dengan begitu, ia berharap semua masyarakat kurang mampu di Meranti bisa merasakan bantuan yang disiapkan oleh pemerintah melalui anggaran daerah yang ditetapkan.

"Saya tidak ingin satupun masyarakat yang kurang mampu terabaikan oleh bantuan sosial (bansos). Saya minta nantikan pihak terkait benar-benar memperhatikan masyarakat mana yang laik diberikan. Jangan sampai ada yang tidak dapat," kata Bupati.

Memang di lapangan, Bupati Irwan mendengar masih ada beberapa kendala dalam penyaluran bantuan-bantuan pemerintah oleh petugas. Dimana banyak data penerima bantuan tumpang tindih, artinya yang sudah dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), mendapatkan lagi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Akibatnya banyak masyarakat miskin yang harusnya mendapat bantuan tapi mereka tidak sama sekali mendapatkan. Karena sebenarnya hal ini sekaligus menjawab aspirasi warga yang masuk kategori miskin tapi belum terdata sebagai penerima bantuan," bebernya.

Menyikapi hal tersebut, orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu mengintruksikan kepada pihak Dinas Sosial agar berkoordinasi dengan seluruh camat, kepala desa dan penyuluh PKH untuk mendata kembali masyarakat miskin diwilayahnya. Terlebih diwabah pandemi ini banyak peralihan anggaran program lain yang diprioritaskan untuk bantuan sosial.

"Saya minta semua masyarakat miskin di Meranti mendapatkan bantuan. Disamping itu juga saya tidak ingin niat baik ini justru berimplikasi yang menimbulkan masalah hukum," katanya.

Agar hal itu tidak terjadi perlu disiapkan semua dokumen terkait peralihan anggaran untuk penanganan Covid-19 ini. Sehingga tidak bermasalah dikemudian hari.

"Penggunaan uang negara ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Saya harap semuanya dapat dibuat bukti pertanggungjawaban melalui dokumen," tambah Bupati Irwan lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kepulauan Meranti, Agusyanto SE mengatakan, sebanyak 120 ribu jiwa yang dikategorikan masyarakat kurang mampu telah mendapatkan PKH dan BPNT. Sisanya masih ada sekitar 18 ribu jiwa lagi yang belum mendapatkan bantuan jenis apapun.

"Belum lagi ditambah masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19. Ada banyak bantuan pemerintah pusat diluar PKH dan BPNT yang akan ditujukan untuk mereka yang belum sama sekali mendapatkan bantuan," ujar Agusyanto.

Dengan begitu, pihaknya akan bersinergi bersama pihak kecamatan, desa untuk mencover masyarakat yang belum mendapat bantuan dari pemerintah. Mengingat saat ini wabah pandemi Covid-19, penyaluran bantuan akan diupayakan bisa merata.

"Kita akan melakukan pendataan dengan baik mulai dari RT/RW, kades, camat melibatkan penyuluh PKH. Sehingga nantinya tidak terjadi tumpang tindih, maka diyakini seluruh masyarakat miskin yang ada di Meranti dapat tercover," pungkas Agusyanto.(adv)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.