• Home
  • Nasional
  • Sosin, Singkong, Jahe, Kapolaga Kini Kedelai, Geliat Desa Nagrak Dalam Dunia Tani
Rabu, 24 Januari 2018 09:09:00

Sosin, Singkong, Jahe, Kapolaga Kini Kedelai, Geliat Desa Nagrak Dalam Dunia Tani

BAGIKAN:
foto: temu lapang komunitas kedelai

Bandung, PESISIRONE.com – Desa Nagrak memang telah dikenal dengan lumbung sosin terbaik. Hasil panen sosin nya pun tak tanggung-tanggung sampai dikirim ke Pasar Induk Jakarta. Namun gejolak harga yang tak menentu terkadang membuat petani sosin tidak memanen sosinnya.

 

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pegiat pertanian di Desa Nagrak untuk membuat para petani hidup dengan layak tanpa bergantung dengan hasil sosin yang kadang tidak menentu.

 

Sejak 3 tahun lalu Joni Nurjaeni bersama rekan-rekan kelompok tani merintis berbagai diversifikasi tanaman. Jauh sebelum dirinya terpilih menjadi kepala desa. Bersama beberapa kelompok tani ia telah memproduktifkan lahan-lahan tidur, mulai dengan menanam singkong 1 ha, Jahe dan Kapolaga seluas 1,5 ha, dan baru-baru ini menanam kedelai seluas 5 ha.

 

“Selama ini stigma terhadap petani itu hanya dipandang sebelah mata. Padahal negara kita dikenal sebagai negara agraris. Tentu hal ini menjadi pemicu bagi kami, selaku pegiat kelompok tani untuk menggeliatkan kembali dunia pertanian khususnya di Desa Nagrak. Mengingat masih banyak lahan-lahan tidur yang bisa dikerjasamakan untuk menjadi lahan produktif.” Ujar Joni.

 

Terpilihnya Bapak Joni sebagai kepala desa menambah gairah tersendiri bagi kami para kelompok tani. Bahwa ke depannya Bapak Joni bisa membawa aspirasi dan harapan dari kami para petani untuk diperjuangkan pada para pemangku kebijakan. Tambah Undang, Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah I.

 

Selasa kemarin (23/1), rombongan Dinas Pertanian dan BPS Kabupaten Bandung mengadakan temu lapang bersama para petani kedelai se-Desa Nagrak. Dihadiri beberapa kelompok tani yang juga tengah giat menggalakan pertanian, peternakan dan perkebunan di Desa Nagrak.

 

“Dengan forum seperti ini, kita harapkan stigma terhadap profesi petani tidak dipandang lagi sebelah mata. Bahwa petani bisa mandiri, bahwa petani bisa terus berinovasi dan bahwa petani bisa sejahtera.” Tutup Joni. (Ade)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2018 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.