• Home
  • Nasional
  • Keunikan Alat Musik 'Saluang' Tradisional Kabupaten Limapuluh Kota
Senin, 04 Desember 2017 10:22:00

Keunikan Alat Musik 'Saluang' Tradisional Kabupaten Limapuluh Kota

BAGIKAN:
Pemusik Grup Talago Buni, Susandra Jaya (kanan) memainkan Saluang Sirompak dalam kegiatan Payakumbuh Botuang Festival (PBF) 2017 yang digelar di Panorama Ampangan Payakumbuh Sumatera Barat, Sabtu malam (2/12). Saluang Sirompak merupakan salah satu alat mu

SUMATERA BARAT, PESISIRONE.com - Seniman Sumatera Barat Susandra Jaya menilai Saluang Sirompak dan Sampelong yang merupakan alat musik tiup tradisonal asal Kabupaten Limapuluh Kota memiliki keunikan tersendiri.

"Saluang Sirompak dan Sampelong dua alat musik tiup yang terbuat dari bambu tersebut memiliki keunikan dibanding dengan alat musik tiup lainnya," katanya, usai pertunjukan dalam kegiatan Payakumbuh Botuang Festival (PBF) 2017, di Payakumbuh, Sabtu, 2 Desember 2017.

Ia menjelaskan tangga nada pada kedua alat musik tersebut tidak sama dengan tangga nada musik biasa, keduanya memiliki tangga nada minor.

Menurut dia, dua buah saluang tersebut memiliki tangga nada pentatonik yang terdiri dari lima nada, yaitu sol la do re mi dan hal tersebut mencirikan keminangkabauannya.

"Pada Sampelong terkesan ada nada-nada China, akan tetapi tetap pada nada minor," ujarnya lagi.

Ia menambahkan eksplorasi atau pengembangan terhadap Saluang Sirompak dan Sampelong sudah lama ia lakukan bersama grup musik Talago Buni.

Pada setiap pertunjukan ia bersama grup musiknya selalu melakukan pengembangan dalam garapan komposisi musik, mengingat begitu banyak celah yang dapat dikembangkan dari alat musik tersebut.

Susandra Jaya yang juga merupakan salah seorang tenaga pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang menyebutkan, alat musik tradisi dari daerah Taeh dan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota tersebut memberikan banyak inspirasi untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Direktur artistik grup musik Talago Buni Edy Utama menyebutkan pada umumnya alat musik tradisi memiliki potensi untuk dikembangkan, tergantung bagaimana seniman mengembangkan musik tersebut sesuai dengan kreativitasnya.

"Untuk menambah suasana lokalitas dalam setiap pertunjukan, Saluang Sirompak biasanya akan diiringi dengan beberapa tambahan flute," katanya lagi.[tpc]




Sumber: Tempo.co

  berita Terkait
  • Rapat Lintas Komisi DPRD Bersama Pemkab Bengkalis Bahas Siaga Bencana Covid 19

    5 bulan lalu

    SUMATERA BARAT, PESISIRONE.com - Seniman Sumatera Barat Susandra Jaya menilai Saluang Sirompak dan Sampelong yang merupakan alat musik tiup tradisonal asal Kabupaten Limapuluh K

  • Gerinda Bengkalis Buka Penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati Untuk Pilkada 2020

    10 bulan lalu

    SUMATERA BARAT, PESISIRONE.com - Seniman Sumatera Barat Susandra Jaya menilai Saluang Sirompak dan Sampelong yang merupakan alat musik tiup tradisonal asal Kabupaten Limapuluh K

  • Tangani Karhutla, Polda Riau datangkan Drone Khusus dan Tim Ahli

    10 bulan lalu

    SUMATERA BARAT, PESISIRONE.com - Seniman Sumatera Barat Susandra Jaya menilai Saluang Sirompak dan Sampelong yang merupakan alat musik tiup tradisonal asal Kabupaten Limapuluh K

  • Ketua DPRD Bengkalis Memimpin Langsung Rapat Paripurna Istimewa HUT Bengkalis Ke 507 Tahun 2019

    tahun lalu

    SUMATERA BARAT, PESISIRONE.com - Seniman Sumatera Barat Susandra Jaya menilai Saluang Sirompak dan Sampelong yang merupakan alat musik tiup tradisonal asal Kabupaten Limapuluh K

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.