• Home
  • Nasional
  • FPPL Suarakan Aspirasi Anggota Koperasi Guna Mendapatkan Kejelasan Yang Valid
Kamis, 21 Mei 2020 20:26:00

FPPL Suarakan Aspirasi Anggota Koperasi Guna Mendapatkan Kejelasan Yang Valid

BAGIKAN:
Istimewa

PESISIRONE.COM, BUKIT BATU - Sudah menjadi agenda tahunan pembagian THR setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada anggota Koperasi Tani Hutan Tuah Sekato, tak terkecuali di hari raya tahun 2020 ini. Beberapa anggota mempertanyakan status dana THR yang dibagikan oleh Pengurus Koperasi.

Berangkat dari apa yang terjadi, seperti yang disampaikan oleh salah satu bagian dari keanggotaan koperasi merupakan Bendahara Forum Pemuda Pemerhati Lingkungan Juwandi, M.H kepada Pesisirone.com pada kamis (21/05/2020) bahwa anggota koperasi mempunyai hak dengan hal tersebut.

Terdapat 4 hal yang menjadi tanggapan beliau yaitu :

Pertama, Mempertanyakan sumber anggaran pembiayaan dana THR dari Koperasi Tuah Sekato. Sepengetahuan kami, dana ini berasal dari Perusahaan mitra Koperasi yang disebut dana kesejahteraan. Koperasi hanya mengelola pembiayaan tersebut. Pertanyaannya masih adakah kas koperasi untuk mengelola manajemen dan pembiayaan kegiatan lainnya koperasi? Sehingga yang benar-benar anggaran dari koperasi yang mana.

Kedua, Mempertanyakan jumlah anggaran yang didapatkan. Sepengetahuan kami, berkaca pada RUPS PT. SPM dan Koperasi Tuah Sekato tahun sebelumnya bahwa dana kesejahteraan tersebut sebesar Rp. 837.100.000,- untuk 3.044 anggota. Maka setiap anggota mendapat Rp. 275.000,-. Nominal ini masih menjadi tanda tanya. Apakah sama atau ada perubahan.

Ketiga, Mempertanyakan ketepatan sasaran pembagian dana THR kepada anggota. Anggota yang dimaksud ini seperti apa. Fakta dilapangan bahwa pengurus koperasi masih membagikan kepada anggota aktif yang disebut anggota lama dan anggota baru, orang yang sudah meninggal dan orang yang tidak berdomisili di wilayah konsesi perusahaan. Hal ini dipertanyakan status keanggotaan dan kemutakhiran data anggota yang dipegang oleh pengurus koperasi.

Dan keempat, Pertanyaan berikutnya adalah dasar keanggotaan yang menjadi aturan yang mengatur bahwa ada anggota baru dan anggota lama kemudian dimana logikanya orang sudah meninggal dan tidak berdomisili secara identitas itu masih menerima dana kesejehteraan. Jangan-jangan ini menjadi maladministrasi sehingga berdampak pada proses hukum. Terus terang kami tak meninginginkan itu melainkan keinginan adanya kejelasan secara musyawarah mufakat.

"Anggota koperasi punya hak untuk mnegetahui itu semua karena itu diatur dalam peraturan perundangan-undangan tentang koperasi baik Undang-Undang maupun Peraturan Menteri Koperasi RI. Ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang valid. Tegas Pria berlatar belakang akademisi tersebut.

Ditempat yang terpisah, Sekretaris FPPL Joni Iskandar, S.H juga ikut berkomentar bahwa apa yang menjadi tanda tanya oleh Juwandi merupakan pertanyaan semua pihak. Semestinya pengurus koperasi mengkonfirmasi semua ini agar ada kejelasan ditengah kondisi ini.

"Kami juga menegaskan bahwa pengurus Koperasi Tani Hutan Tuah Sekato harus menjelaskan secara terbuka kehadapan anggota. Apabila ini bermasalah maka tak menutup kemungkinan ada masalah lain ditubuh kepengurusan koperasi dibalik dana kesejahteraan ini. Kami nanti akan menjalankan hak kami sebagai anggota untuk meminta data perihal pembagian dana kesejahteraan,” Tegas Sekretaris FPPL.

Ketua FPPL Rahmad Nuryadi Putra menyatakan bahwa tempo pernah menyampaikan perlu diadakan Rapat Khusus atau bahkan Rapat Anggota Luar Biasa untuk menjawab segudang persoalan ini.

“Apakah punya komitmen pengurus koperasi untuk menjelaskan semua ini? Kita tunggu waktu dan tempat dengan tujuan yang baik guna mendaatkan informasi yang valid,” Tutupnya. (Sy)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.