• Home
  • Nasional
  • Bupati Irwan Sharing Ilmu ke Peneliti Gambut Internasional, Ungkapkan Keberhasilan Pengelolaan Ekosistem Gambut
Senin, 12 November 2018 20:25:00

Bupati Irwan Sharing Ilmu ke Peneliti Gambut Internasional, Ungkapkan Keberhasilan Pengelolaan Ekosistem Gambut

BAGIKAN:
Foto bersama Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, Ketua Masyarakat Lahan Gambut Internasional Prof Gerald Schmilewski,Kepala Badan Restorasi Gambut Ir Nazir Fuad MSc, Deputi I BRG RI Dr Haris Gunawan, Peneliti Hutan dan Lingkungan Hidup Badan Pengemba

BATAM, PESISIRONE.COM - Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menjadi sorotan dimata dunia akan keberhasilan dalam mengolah ekosistem gambut. Peneliti gambut Internasional merasa takjub, sebab Meranti yang kawasannya didominasi lahan yang  bergambut bisa menjadi potensi dalam mengangkat kearifan lokal.

Badan Restorasi Gambut (BRG) RI selalu melibatkan Bupati Irwan menjadi pembicara dalam seminar Nasional maupun Internasional tentang Gambut. Kali ini acara diskusi Internasional Lahan Gambut dengan tema Tropical Peatland Roundtable Discussion, digelar di Ballroom Hotel Aston, Batam, Senin (12/11/2018).

Sebagai tamu utama dalam diskusi tersebut, Ketua Masyarakat Lahan Gambut Internasional Prof Gerald Schmilewski, dan puluhan Akademisi serta Peneliti Lahan Gambut Internasional. Selain itu Kepala Badan Restorasi Gambut Ir Nazir Fuad MSc, Deputi I BRG RI Dr Haris Gunawan, Peneliti Hutan dan Lingkungan Hidup Badan Pengembangan dan Inovasi Dr Agus Justianto.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Irwan menjelaskan bagaimana upaya Pemda Meranti dalam melestarikan ekosistem gambut seluas 80 persen dari total wilayah Meranti. Dengan berbagai tantangan seperti rentan terhadap kebakaran lahan, abrasi ombak laut, dan cukup susahnya memanfaatkan lahan gambut untuk pengembangan tanaman pertanian dan perkebunan.

"Namun melalui strategi dan keuletan masyarakat yang didukung penuh oleh Pemerintan Daerah dapat menjadikan lahan gambut sebagai potensi daerah mampu mendukung kearifan lokal. Salah satunya dalam pengembangan sagu, kelapa dan kopi yang menjadi andalan Meranti sejak dahulu," terang Irwan.

Seperti diketahui, hasil perkebunan sagu Meranti memiliki kualitas premium atau yang terbaik didunia. Luas kebun sagu Meranti hampir mencapai 50 ribu hektar, dengan total produksi 276 ribu ton pertahun. Dari hasil produksi itu, Meranti menyuplai hampir 90 persen kebutuhan sagu Nasional.

"Sebagian hasil produksi sagu Meranti berupa tepung diekspor ke Cirebon dan mancanegara seperti Jepang, Malaysia dan Singapura. Sagu Meranti ini juga menjadi salah satu sumber mata pencaharian terbesar masyarakat Meranti," kata Bupati lagi.

Lebih jauh dikatakan Bupati Irwan, pentingnya menjaga ekosistem gambut, dan Pemda sendiri sangat konsen terhadap pelestarian ekosistem gambut. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membuat kanalisasi atau sekat kanal yaitu mengendapkan air disuatu kolam atau wadah penampungan untuk dialiri ke ekosistem lahan gambut agar tetap basah dan terbebas dari kebakaran.

Sejak sistem ini diterapkan, lanjut Bupati, jumlah kebakaran hutan dan lahan gambut di Meranti berhasil ditekan dengan drastis. Dari ribuan hektar sampai menimbulkan bencana kabut asap di tahun 2016 menjadi ratusan hektar saja.

"Dalam pelestarian ekosistem gambut di wilayah pinggir pantai, Pemda bersama masyarakat terus menggalakkan penanaman mangrove. Upaya ini menjadi salah satu yang paling efektif dan efisien dalam menyelamatkan bibir pantai Meranti dari ancaman abrasi," kata dia.

Pemaparan Bupati Irwan tentang berbagai upaya yang dilakukan dalam memanfaatkan dan melestarikan ekosistem gambut dihadapan para pakar dan ahli lingkungan gambut dunia mendapat apresiasi dari para peserta diskusi.

Direncanakan puluhan peserta seminar yang terdiri dari para pakar dan ahli serta peneliti dunia akan melanjutkan tournya ke Meranti. Jika tidak ada halangan rombongan peneliti dibawah koordinasi Badan Restorasi Gambut RI.

Tiba di Meranti di Meranti pada tanggal 14 November 2018 mendatang. Kedatangan mereka di Meranti untuk melihat langsung tanaman sagu, budidaya kolam Ikan, kanal blocking, potensi kebun kelapa, kebun kopi, serta kunjungan ke kilang dan perusahaan sagu.

Adapun daerah yang menjadi tujuan adalah, Kecamatan Tebingtinggi Timur, tepatnya di Desa Sungai Tohor, Desa Tanjung Sari dan Desa Lukun.(adv)>

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2018 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.