• Home
  • Nasional
  • Bakteri Difteri di Aceh Capai 93 Kasus, 4 Pasien Meninggal Dunia
Rabu, 13 Desember 2017 04:52:00

Bakteri Difteri di Aceh Capai 93 Kasus, 4 Pasien Meninggal Dunia

BAGIKAN:
Ilustrasi
Imunisasi difteri

ACEH, PESISIRONE.com - Kasus penderita difteri di Provinsi Aceh meningkat tajam dari tahun ke tahun dan sudah ditetapkan secara nasional menjadi Kejadian Luas Biasa (KLB). Bahkan sudah ada yang ditemukan meninggal dunia karena diserang bakteri difteri.

Sepanjang 2017 ini, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh telah ditemukan 93 kasus, empat di antaranya meninggal dunia karena bakteri difteri. Meningkat tajam dibandingkan tahun 2016 lalu, hanya ditemukan 11 kasus terjangkit bakteri difteri di Aceh.

Keempat pasien yang meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Pidie Jaya, Bireuen dan Aceh Utara. Sementara masih ada 4 pasien lagi yang masih sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh saat ini.

Adapun kabupaten/kota yang rentan terhadap terinfeksi bakteri difteri ini adalah Kabupaten Aceh Timur 18 orang, Pidie Jaya 14 orang, Kota Banda Aceh 13 orang, Bireuen 11 orang, Aceh Utara 11 orang, Pidie enam orang, Aceh Besar enam orang, Aceh Barat empat orang, Lhokseumawe dua orang, Sabang dua orang, Aceh Selatan dan Aceh Tamiang satu orang.

Kasus kematian suspect difteri menjadi momok besar bagi bangsa Indonesia saat ini. Ada 11 provinsi di seluruh Indonesia yang melaporkan kasus difteri saat ini. Penyakit ini berbahaya dan masuk KLB dikarenakan penyebarannya sangat mudah, baik itu pernapasan, sentuhan langsung maupun melalui batuk pasien yang terjangkit suspect difteri.

Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Aceh, dr Abdul Fatah, mengaku penyebaran penyakit difteri di Aceh memang telah meluas dan harus diwaspadai. Serambi Mekkah juga salah satu provinsi yang sudah ditetapkan KLB oleh pemerintah.

"Sampai hari ini ada 93 kasus, empat orang di antaranya sedang menjalani perawatan di RSUZA. Untuk Aceh penyakit ini sudah ditetapkan KLB," kata dr Abdul Fatah, Selasa (12/12).

Menurut Abdul Fatah, bakteri difteri patut diwaspadai, karena penyebaran melalui udara. Seperti batuk, kena percikan air liur dan terkena sentuhan pasien yang sedang terjangkit difteri. Penyakit difteri menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan disertai demam dan sesak napas.

Adapun gejala yang mudah dikenali sudah terjangkit bakteri difteri adalah seperti demam tinggi, susah menelan dan mulutnya berselaput putih, termasuk lidah. Bahkan bisa lebih parah, bila susah bernapas berakibat meninggal dunia.

Bila penderita difteri sudah akut, seluruh rongga mulut penderita putih, baik lidah, langit-langit mulut dan bahkan leher penderita bengkak. Bila hal ini terjadi, diminta untuk langsung memeriksakan diri kepada dokter.

Kata Abdul Fatah, penderita penyakit difteri disebabkan akibat tidak meratanya proses imunisasi di seluruh pelosok Aceh. Selain itu, menurut Fatah, juga ada sebagian orangtua yang tidak mau anaknya diimunisasi karena adanya pemikiran yang menyatakan vaksin imunisasi itu haram.

Dinkes Aceh mengimbau agar orang tua segera memberikan imunisasi kepada anak. Dikarenakan hanya cara seperti itu yang dapat mencegah tertularnya penyakit difteri.

"Satu-satunya cara untuk mencegah difteri hanya dengan memberikan imunisasi," ujarnya.[mdk]

  berita Terkait
  • Relawan Puak Melayu Desak LAMR Beri Gelar Kehormatan kepada Presiden Jokowi

    2 bulan lalu

    ACEH, PESISIRONE.com - Kasus penderita difteri di Provinsi Aceh meningkat tajam dari tahun ke tahun dan sudah ditetapkan secara nasional menjadi Kejadian Luas Biasa (KLB). Bahka

  • Kade: Perekonomian Masyarakat Mandau Akan Meningkat Kembali Dengan Kembali Blok Rokan Ke Ibu Pertiwi

    4 bulan lalu

    ACEH, PESISIRONE.com - Kasus penderita difteri di Provinsi Aceh meningkat tajam dari tahun ke tahun dan sudah ditetapkan secara nasional menjadi Kejadian Luas Biasa (KLB). Bahka

  • KPU Bengkalis Tolak Berkas Bacaleg Partai Berkarya

    5 bulan lalu

    ACEH, PESISIRONE.com - Kasus penderita difteri di Provinsi Aceh meningkat tajam dari tahun ke tahun dan sudah ditetapkan secara nasional menjadi Kejadian Luas Biasa (KLB). Bahka

  • Ustadz Abdul Somad Tiba di Bengkalis

    5 bulan lalu

    ACEH, PESISIRONE.com - Kasus penderita difteri di Provinsi Aceh meningkat tajam dari tahun ke tahun dan sudah ditetapkan secara nasional menjadi Kejadian Luas Biasa (KLB). Bahka

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2012 - 2018 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.