• Home
  • Hukum & Kriminal
  • Usut Kasus Korupsi, Kajari Bengkalis Klaim Selamatkan Uang Negara Rp. 1.365 Milyar 2018
Rabu, 19 Desember 2018 17:19:00

Usut Kasus Korupsi, Kajari Bengkalis Klaim Selamatkan Uang Negara Rp. 1.365 Milyar 2018

BAGIKAN:
Heru Winoto SH MH didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus, Agung Irawan SH MH dan Kasi Tindak Pidana Umum, Iwan Roy Charles SH MH, Rabu 19 Desember 2018.
BENGKALIS,Pesisirone –Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkalis mengklaim, lembaganya tidak memiliki tunggakan perkara tindak pidana korupsi tahun ini.

Selain itu, pihak korps adhyaka ini juga mengklaim lembaganya berhasil menyelamatkan uang negara senilai kurang lebih Rp 1.365 miliar dari pengusutan dua kasus besar yang ditangani. Adapun perkara tersebut yakni, perkara Penyertaan modal ke PT.BLJ Pemkab Bengkalis tahun 2012 Herliyan Saleh Rp. 1.165 Milyar dan Herli Pj Kades Batang Duku APBDesa Rp.200 juta.

Dan akan di eksekusi dalam waktu dekat kasus TPPU Yusrizal PT BLJ Rp.1.285 Milyar dan Rp 300 juta semua akan diserahkan ke kas negara atau pemda bengkalis masih proses bidang pembinaan.

Kajari Bengkalis , Heru Winoto bersama Kasi Pidsus Agung Irawan menjelaskan, capain kinerja yang dilakukan lembaga yang dipimpinnya, untuk tahun 2018 hingga saat ini berhasil menuntaskan empat kasus Tipikor. Dari empat kasus yang ditangani, satu kasus masih proses sidang banding.

Kasus ADD Desa Jangka terdakwa Ahmad Solichin memasuki sidang penuntutan dan terdakwa status DPO.

“Saya harap media bisa bantu memberikan informasi agar ahmad solichin bisa ditangkap kembali, kasus Tipikor oknum mantan Bendahara Desa 2010 hingga 2015 saat itu dijabat Ahmad Solihin. Pengelolaan dana desa tahun anggaran 2014 dan 2015 sebesar Rp418 juta lebih tidak dapat dipertanggungjawabkan dan diyakini digunakan hanya untuk kepentingan dan kekayaan pribadi,� terangnya Agung Irawan Kasi Pidsus saat konperensi pers bersama Iwan Roy Charles Kasi Pidum yang mendampingi Kajari Bengkalis Heru Winoto di Ruang Kerjanya, Rabu (19/12).

Kerugian negara yang di eksekusi dan dikembalikan ke negara secara menyeluruh berjumlah 5,365 miliar rupiah dari beberapa perkara yang telah inkrah penanganannya dan diputus Makamah Agung.

Selain sitaan barang bukti berkara BLJ tersebut APBDesa, Kejari Bengkalis juga menyetorkan pendapatan negara diluar pajak ke kas Negara sebesar 4 miliar rupiah. Uang sebesar empat miliar rupiah ini merupakan denda dari perkara lingkungan hidup PT NSP Selat panjang yang di tangani Kejari Bengkalis pada tahun 2014 lalu.

"Dimana sesuai dengan putusan Kasasi Makamah Agung Nomor 2303K/Pid.Sus.LH/2015 tertanggal 1 Agustus 2016 dimana terdakwa Ir. Erwin diputuskan Makamah Agung untuk membayar denda sebesar satu miliar rupiah dimana terdakwa telah membayarkannya," terang Iwan Roy Charles Kasi Pidum.

Kemudian sisanya tiga miliar rupiah juga berasal dari denda terhadap Perkara atas terdakwa yang sama Ir Erwin dengan putusan Kasasi Makamah Agung Nomor 2300 K/Pid.Sus.LH/2015 tertanggal 24 Agustus 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.(yes)
  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2019 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.