Minggu, 06 Januari 2019 15:18:00

Ini Evaluasi Polres Bengkalis Soal Perkara Ditangani Dalam Setahun Berjalan

BAGIKAN:
Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto. (foto:Istimewa)
BENGKALIS,Pesisirone  – Ini evaluasi Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis di bawah Pimpinan Kapolres AKBP Yusup Rahmanto sepanjang tahun 2018 telah berhasil mengungkap ratusan kasus baik tindak pidana narkoba maupun tindak kriminalitas Umum lainnya.

Berdasarkan data yang di Humas Polres Bengkalis, bahwa gangguan keamanan dari Januari hingga Desember 2018 dibandingkan dengan 2017 adalah sebagai berikut pada Tahun 2017 Jumlah Tindak Pidana (JTP) 659 kasus dan Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP) 513 kasus dengan persentase 78 %, sedangkan untuk 2018 JTP 658 dan JPTP 547 kasus dengan persentase 83 %.

“Dengan jumlah tersebut kita dapat simpulkan pada 2018 jumlah JTP turun 1 kasus dan JPTP Naik 7 %,artinya tindak kriminalitas pada 2017 dan 2018 hanya terjadi penurunan yang tidak terlalu tinggi, “kata Kapolres AKBP Yusup Rahmanto, Sabtu (05/01/19).

Dikatakan Kapolres bahwa ada beberapa kasus yang menonjol pada 2017 dan 2018 seperti tindak pidana Curat pada 2017 JTP 99 kasus JPTP 66 dengan persentase 67 %, di 2018 JTP 78 kasus JPTP 57 kasus persentase 73 % artinya ada penurunan.

“Untuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) pada 2017 JTP hanya 17 kasus dan JPTP 12 kasus atau 71% sedangkan di 2018 JTP 28 kasus dan JPTP 18 kasus atau 64%, artinya mengalami kenaikan, “kata Kapolres.

Untuk pencurian sepeda motor (curanmor) di 2017 JTP 41 kasus, JPTP 21 kasus dengan Persentase 51 % di 2018 JTP 24 kasus, JPTP 15 kasus dengan Persentase 63 %. Sedangkan untuk curanmor Kecendrungan menurun.

Lanjut Kapolres yang didamping Paur Humas menyebutkan di Satuan Polisi Lalulintas data kecelakaan (Laka) dan pelanggaran Lalulintas pada 2017 jumlah Laka 92 Meninggal Dunia (MD) 33 orang, Luka Berat (LB ) 42 orang,luka ringan (LR) 104 org, sedangkan pada 2018 jumlah Laka 115,MD 67 orang, LB 39 orang, LR 106 orang.

Sementara itu untuk kasus narkoba pada 2017 kata Kapolres JTP 190 kasus, JPTP 189 orang dengan Persentase 99 %.

“Pada 2018 ini cenderung mengalami kenaikkan JTP 263 kasus, JPTP 261 kasus dengan Persentase 99 % keduanya alami kenaikan 38 %, “ungkap Kapolres lagi.

Pada tahun 2018 ini kata Kapolres kasus yang menonjol adalah tindak pidana narkoba, yang pertama penangkapan pada 25 April 2018 dengan melibatkan tiga tersangka yakni Dedi Purwanto (30 tahun), Juliar (25 tahun) serta Andi Saputra ( 27 tahun) mereka diduga terlibat dalam pengungkapan kasus narkoba 55 kg dan kepemilikan pil Ekstasi sebanyak 46.718 butir, kini ketiganya sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bengkalis.

“Ketiganya ditangkap oleh anggota Polsek Bengkalis di Roro air putih Bengkalis dan di ketahui hendak menyeberang menuju ke daratan sumatera, “ungkap Kapolres AKBP Yusup Rahmanto lagi.

Dilanjutkan Kapolres pada 19 Nopember 2018 timnya berhasil menangkap tujuh orang tersangka dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lintas Duri Dumai Duri XIII Desa Bumbung Kec. Bathin Solapan Kab. Bengkalis.

“Ketujuh orang ini kita tangkap sedang melakukan pesta narkoba dari pengembangan kita berhasil mengamankan barang bukti (bb) berupa Narkotika jenis Shabu seberat 1000 Gram (1 Kg), Narkotika jenis Ganja Kering seberat 21,2 Gram, Narkotika Jenis Pil Extacy sebanyak 54 Butir, “kata AKBP Yusup Rahmanto yang didampingi Paur Humas Iptu Sunandar Subekti.

Dalam pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan di jajaran Polres Bengkalis pada 2018 yakni tertangkapnya Al Hafis alias Bedoi dan Risky Anggara yang melakukan pembunuhan terhadap korban Zulas Mawi warga di jalan Kelapapti laut gang Senyum kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 16 Juli 2018 sekitar pukul 22.30 WIB kini keduanya sudah mendekap di sel tahanan lapas Bengkalis.

Selain peristiwa tersebut warga Kabupaten Bengkalis khususnya juga di hebohkan dengan penemuan mayat mayat mengapung di perairan Bengkalis dan Selat Malaka, mayat ini di ketahui merupakan korban kecelakaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga ileggal yang tenggelam ketika speed yang membawanya pulang Malaysia hendak kembali ke Indonesia terbalik.**
  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2019 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.