Selasa, 16 Oktober 2018 12:29:00

Sembako di Selatpanjang Masih Stabil, Hanya Cabe Merah Naik Rp 10 Ribu

BAGIKAN:
Rahmad
Pedagang cabe di salah satu di Pasar Selatpanjang, Kepulauan Meranti.

SELATPANJANG, PESISIRONE.COM - Harga sembako di Selatpanjang, Kepulauan Meranti masih relatif stabil hingga Oktober 2018. Hanya harga cabe merah sering fluktuatif, naik dikarenakan berbagai macam faktor yang terjadi.

"Yang naik hanya cabe merah asal bukittinggi. Sekitar kisaran Rp 10 ribu. Yang sebelum biasanya Rp 40 ribu, sekarang melonjak menjadi Rp 50 ribu," ungkap Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, UKM Kepulauan Meranti, Azza Fahroni melalui Kabid Perdagangan, Ade Suhartian saat dikonfirmasi, Selasa (16/10/2018).

Kenaikan cabe merah ini, kata Ade, belum diketahui secara pasti apa faktor penyebabnya. Menurutnya, harga tersebut sudah dijual dari tempat pemasok yakni, Pekanbaru.

"Sudah dari sananya harga cabe merah itu naik. Mungkin ya akibat faktor alam atau akses distribusi, sehingga harganya menjadi naik," kata Ade lagi.

Dari hasil pantauan DisperindagKopUKM pekan ini hingga bulan Oktober 2018, harga sembako di Kepulauan Meranti masih relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan, nilainya tidak terlalu signifikan.

"Hingga pekan ini sembilan bahan pokok atau sembako masih stabil. Tidak ada kenaikan, hanya cabe merah saja terjadi lonjakan," tambah Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri, Hidayat.

Adapun rata-rata harga sembako di tiga pasar di Selatpanjang yakni pasar percontohan, pasar juling, pasar imam bonjol seperti beras tipe premium sekitar Rp12.667 per kg sedangkan beras tipe medium Rp10 ribu.

Kemudian minyak Rp13 ribu, gula pasir Rp11 ribu, telur Rp1.600 per butir, mentega biasa Rp12 ribu, bawang merah asal jawa Rp38 ribu, bawang merah asal malaysia Rp18 ribu, daging ayam Rp29 ribu per kg, dan daging sapi Rp130 ribu per kg.(mad)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2018 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.