• Home
  • Advertorial
  • Tekan Kemiskinan, Pemda Meranti Akan Fokus Membuka Isolasi Daerah
Kamis, 19 Maret 2020 19:30:00

Tekan Kemiskinan, Pemda Meranti Akan Fokus Membuka Isolasi Daerah

BAGIKAN:
Foto : Rahmad Santoso
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi saat diwawancarai sejumlah media.

MERANTI, PESISIRONE.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi menyebutkan, pemerintah daerah akan fokus membuka isolasi daerah pada 2020. Upaya ini sudah menjadi salah satu target pemerintah sejak beberapa tahun terakhir untuk menekan angka kemiskinan.

Hanya saja, kata Bupati Irwan akan lebih difokuskan pada APBD 2020 setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) diserahkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia meminta Instansi terkait terus melanjutkan program pembangunan, terutama infrastruktur.

"Kita akan melanjutkan apa yang telah kita lakukan, sehingga tuntas. Yang terpenting adalah mengejar ketertinggalan dan membuka isolasi daerah. Artinya tahun ini kita masih fokus akan menyambung jalan-jalan poros untuk menghubungkan satu kecamatan ke kecamatan yang lainnya," ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Karena menurut Irwan, salah satu penyebab kemiskinan yang signifikan di Kepulauan Meranti adalah minimnya akses. Bukan soal individual masyarakat yang miskin, tetapi akses minim yang membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lambat.

"Saya contohkan misalnya saya punya kebun kelapa atau yang lain-lain, tapi sulit untuk menjualnya. Karena untuk membawa hasil pertanian ini ke pusat penjualan atau perdagangan terhambat," kata Bupati.

"Akhirnya membawa itu membutuhkan waktu yang lama dengan kondisi medan yang berat, sehingga produksi pertanian menjadi rusak. Itu yang membuat harga menjadi murah dan menyebabkan tingginya kemiskinan," tambah Irwan lagi.

Lanjut dia, jika produksi pertanian dijual dengan harga yang murah dan kebutuhan sehari-hari dibeli dengan harga yang mahal, tentu pendapatan masyarakat jadi kecil. Sementara dari pengeluarannya cukup besar.

"Kalau pendekatan secara ekonomi mungkin tidak sulit untuk menganalisanya. Untuk mengurai itu, makanya jalan-jalan akan kita tembus hingga ke pelosok, sehingga akses untuk transportasi lebih mudah. Jadi pertumbuhan ekonomipun bisa meningkat,"ujar Bupati.

Hal senada juga yang diungkapkan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim. Salah satu tantangan yang paling utama di Meranti adalah tingginya angka kemiskinan, yang disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan akses perekonomian.

Pada awal pemekaran, kata dia, angka kemiskinan mencapai 43 persen. Namun dengan kegigihan dan kekompakan seluruh elemen dalam melaksanakan pembangunan, angka kemiskinan tersebut secara konsisten dapat ditekan dari tahun ke tahun.

"Saat ini kemiskinan telah mancapai angka 28,99 persen. Ini menunjukkan betapa kita serius dalam meningkatkan derajat dan martabat kehidupan masyarakat Kepulauan Meranti," katanya.(adv)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.