• Home
  • Advertorial
  • Said Hasyim Sebut Jangan Buat Program Tapi Tidak Ada Efeknya
Kamis, 19 Maret 2020 10:13:00

Said Hasyim Sebut Jangan Buat Program Tapi Tidak Ada Efeknya

BAGIKAN:
Foto : Rahmad Santoso
Wabup Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim saat memaparkan dalam kegiatan Focus Group Discussion dengan tema Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kepulauan Meranti.

MERANTI - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim menyebutkan, tidak berguna jika Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat program kerja tapi tidak ada dampak atau efeknya ke masyarakat. Hal ini bisa jadi suatu pemborosan yang menghabiskan waktu, karena OPD tersebut tidak mengerti dengan fungsinya sebagai pelayanan masyarakat.

"Buat apa banyak program tapi tidak fokus, akhirnya habis begitu saja tanpa memberikan efek manfaat yang signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan maayarakat," ujar Said Hasyim, Senin (2/3/2020) lalu.

Dengan begitu, ia menekankan kepada seluruh OPD agar betul-betul memformulasikan setiap program yang akan dibuat. Ciptakan terobosan-terobosan yang mampu menyelesaikan masalah kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.

"Cukup satu atau dua program saja, namun fokus dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat," kata Said Hasyim.

Selan itu sambung Wabup, fokus pembangunan saat ini sesuai dengan arahan dari Presiden, bukan hanya pada masalah fisik saja tapi yang lebih prioritas adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kemudian dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

" Pada dasarnya tujuan dari pembangunan itu adalah bagaimana membangun jiwa dan raga masyarakat menuju yang adil dan sejahtera. Namun kenyataan saat ini, masih banyak pihak yang belum terlalu fokus dalam upaya membangun jiwa dan raga masyarakat tersebut," terangnya.

Tahap demi tahap, proses pembangunan itu harusnya dimulai sejak dini yaitu dengan menjamin kesehatannya melalui asupan gizi yang cukup, pendidikan yang bermutu, dan lain sebagainya. Dengan menciptakan generasi emas yang unggul, nantinya akan memberikan dampak pada pembangunan daerah.

"Jika pembangunan jiwa dan raga ini sukses otomatis akan dikuti dengan suksesnya pembangunan fisik infrastuktur. Tapi jika pembangunan itu gagal maka segala pembangunan yang dilakukan tidak akan memberikan dampak signifikan," tambah Said Hasyim lagi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kepulauan Meranti, Mamun Murod mengungkapkan, setiap OPD memang harus berinovasi dan akuntabel sebelum menciptakan program. Apalagi hal ini mengingat angka kemiskinan di Meranti mencapai 27 persen lebih masih yang tertinggi di Provinsi Riau.

"Untuk itu, diperlukan perhatian serius dari dari semua OPD, dunia usaha serta akademisi untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan di Meranti. Dengan kondisi kemiskinan kita yang cukup tinggi, sudah sangat mendesak dilakukannya penyusunan strategi jitu dengan mengolah data secara cepat dan akurat," ujarnya.

Dengan sinergitas penanganan kemiskinan terhadap semua OPD yang sesuai fungsinya masing-masing, Bappeda, kata dia tengah berupaya merancang sebuah aplikasi untuk mengolah data secara akurat. Aplikasi ini dibuat dengan menggandeng kerjasama AMIK Selatpanjang.

"Semoga dengan aplikasi yang mudah digunakan ini dapat mengintegrasikan semua program di OPD. Jadi tidak ada lagi penggunaan aplikasi sendiri-sendiri yang hanya akan menimbulkan perbedaan data," tutur Murod.(adv)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.