Kamis, 25 Juli 2019 17:46:00

Limbah Sabut Kelapa, Peluang Ekonomi Baru Masyarakat

BAGIKAN:
foto : Rahmat santoso
Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM didampingi Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti, Rudi Al Hasan, Camat Rangsang Tunjiarto saat melihat produk dari hasil olahan sabut kelapa dari binaan UKM.

 MERANTI, PESISIRONE.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan terus menggali ide inovatif yang akan memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Yaitu, memanfaatkan limbah sabut kelapa yang terkesan biasanya dibuang percuma oleh masyarakat.

Sebenarnya jika dimanfaatkan, bagian selimut kelapa yang teksturnya berserat kasar itu akan sangat menguntungkan. Karena, pemanfaatan sabut kelapa ini bisa dijadikan berbagai olahan produk seperti keset, sapu, tas, dan lain sebagainya.

Dengan peluang tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti beroptimis memaksimalkannya dengan memberdayakan pelaku usaha dibidang kerajinan tangan. Di Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, wilayah yang 80 persennya merupakan perkebunan kelapa, cocok untuk memaksimalkan potensi sabut kelapa menjadi berbagai produk jadi.

Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM mengatakan, peluang ini menjadi salah satu fokus Pemerintah untuk dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat. Namun hal yang perlu dilakukan, dinas terkait dalam memberdayakan kegiatan itu harus siap dalam merencanakan pemanfaatan potensi limbah sabut kelapa.

"Kita berdayakan dulu industri hulunya, jadi nantinya rencana untuk melakukan pemanfaatan potensi limbah sabut kelapa tidak terkesan seremonial saja," kata Sekda, dalam Pelatihan Pengolahan Sabut Kelapa oleh Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM di Gedung Badminton, Desa Tanjung Samak, Kamis (25/7/2019).

Pengolahan sabut kelapa tersebut, yang menjadi persoalan saat ini adalah pemasaran. Karena jika produk yang dihasilkan saja, namun output atau pemasarannya belum optimal, tentu akan berpengaruh pada produksinya.

" Jadi pemasaran ini harus kita dekatkan dengan koperasi atau perbankan. Tapi kita harus bisa menciptakan produk-produk yang bisa dipasarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Makanya kita sudah menginventasrisasi apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha binaan UKM untuk menciptakan produk deveratif," ungkap Sekda.

Menurut dia, selain pelatihan pelaku usaha atau pengerajin bisa ditingkatkan dengan dilakukan studi keluar. Ini kelompok usaha, kalau hanya sekedar dilatih, namun tidak dimotivasi sulit akan berkembang.

"Mengumpulkan sabut kelapa dan bisa dijadikan produk yang dihasilkan, itu yang terpenting. Baru kita lihat studi untuk produk yang dihasilkan. Untuk itu, semua pihak stakeholder yang ada kelompok binaan UKM itu akan kita bina, sehingga usaha mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Pelatihan ini juga untuk meningkatkan mutu dan kualitas sebuah produk," jelas Yulian Norwis.

Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti, Rudi Al Hasan menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan limbah sabut kelapa menjadi produk dengan tantangan yang ada. Tapi Rudi mengakui, ada tiga hal penting yang perlu kembali dibenahi adalah, kemandirian, inovasi, dan konsistensi.

"Industri Kecil dan Menengah (IKM) kita belum mandiri, kalau datang penyuluh untuk melihat, mereka pasti langsung mempertanyakan bantuan. Saya pikir kalau hanya selalu mempertanyakan bantuan, perkembangan usaha berkemungkinan besar sulit untuk berkembang. Kan kita akan menyiapkan bantuan apa yang dibutuhkan nantinya," terang Rudi.

"Kemudian inovasi produk akan kita dibenahi. Bagaimana tidak, pelaku usaha kita modelnya bulan ini berproduksi kalau harga bagus. Tapi kalau harganya tidak cocok, mereka tidak produksi. Jadi kita lakukan dulu pelatihan seperti ini, nanti output nya seperti apa," tambah Rudi lagi.

Hadir dalam kegiatan pelatihan pengolahan sabut kelapa itu, Sekda Kepulauan Meranti Yulian Norwis SE MM, Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti Rudi Al Hasan,Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Kepulauan Meranti Tengku Effendi, Camat Rangsang Tunjiarto, sejumlah Kepala Desa, Pelaku Usaha UKM di Kecamatan Rangsang, dan 20 peserta yang akan ikut pelatihan. pelatihan berlangsung selama 5 hari.(Adv)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2019 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.